4 Gadis ABG Bandung Jadi Korban Penjualan ke Pria Hidung Belang di Papua

4 Gadis ABG Bandung Jadi Korban Penjualan ke Pria Hidung Belang di Papua – Unit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung membekuk sindikat penjualan anak dibawah usia untuk dipekerjakan melayani pria hidung belang di Kabupaten Nabire, Papua. Wakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono menuturkan masalah itu terbongkar sesudah seseorang ibu, HR, melapor ke polisi sebab anaknya, AD, jadi korban penjualan anak oleh aktor.

Awalannya, kata Gatot, AD dijanjikan oleh beberapa aktor kerja menjadi pelayan kafe di Nabire, Papua, dengan upah Rp 30 juta per bulan.

“Nyatanya itu tidak berlangsung. Korban justru mesti kerja di Karaoke Texas Nabire serta dapat di-BO (booking out),” tutur Gatot pada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (14/2/2019).

Sesudah mendapatkan laporan, polisi tangkap empat terduga dalam tempat serta waktu berlainan. Hasil dari penyidikan ke empat aktor mempunyai peranan yang berlainan.

FR, salah satunya aktor yang masih tetap dibawah usia, serta ARI bekerja mencari korban atas perintah Mami Bela. Setelah itu, Mami Bela serta Mami Puspa bekerja menjadi penyambung serta menyiapkan korban untuk diserahkan ke pemilik tempat karaoke di Nabire.

“Pemilik Karaoke Texas yang berada di Nabire bernama Edi Macheli sekarang ini masih tetap buron. Ia DPO,” tuturnya.

Hasil dari penyidikan nyatanya tidak cuma AD sebagai korban. Ada tiga gadis anak baru gede (ABG) yang lain yang asal Kota Bandung jadi korban. Mereka saling dipekerjakan di Karaoke Texas.

“Korban ini cuma mendapatkan uang hasil dari melayani tamu atau BO dengan fee Rp 700-1 juta. Jadi janji kerja menjadi pelayan dengan upah Rp 30 juta itu tidak ada,” tutur Gatot.

Sekarang ini kepolisian masih tetap selalu memahami masalah tersebut bekerja bersama dengan Polres Nabire serta Polda Papua. Sesaat ke empat aktor sudah di tahan serta dijaring undang-undang Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) dengan intimidasi hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.