Bawa Kabur Motor Warga di Bekasi, Polisi Gadungan Ini Ditangkap

Bawa Kabur Motor Warga di Bekasi, Polisi Gadungan Ini Ditangkap – Polres Metro Bekasi tangkap seseorang pria yg mengakui jadi polisi bernama Yuda Eka Pranata (26) . Ia diamankan sesudah dikira membawa kabur motor seseorang penduduk bernama Sunardi (30) .

” Yuda mengakui jadi polisi berpangkat AKP serta membawa kabur motor punya Sunardi, ” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing pada wartawan, Sabtu (27/4/2019) .

Erna menyebutkan penipuan itu berlangsung di Jalan Lapangan Nomer 30 RT 004 RW 015, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (4/4) . Yuda menyamar dengan memakai atribut polisi.

Awalnya, Yuda meminjam motor Yamaha Nmax punya Sunardi dengan fakta kepentingan dinas. ” Tapi hingga sampai saat ini sepeda motor punya korban tak dikembalikan, ” kata Erna.

Pernyataan Yuda, motor Sunardi udah ada di Surabaya. Tidak hanya itu, Yuda berbarengan teman-temannya dikira acapkali memeras golongan gay dengan menyamar jadi polisi.

” Yuda serta teman-temannya tangkap serta mengintimidasi korban-korban dari kelompok gay yg tengah berdua dengan pasangan di kamar sewaan untuk selanjutnya diperas dengan fakta uang damai, ” kata Yuda.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Bekasi Kota Kompol Parjana menyampaikan Yuda beli atribut polisi di Pasar Senen. Yuda dikira berlaga berbarengan 6 aktor yang lain.

” Enam aktor yang lain masihlah dalam peningkatan, ” kata Parjana.

Lantaran perkiraan penipuan itu, beberapa penduduk lantas dimaksud jadi korban. Tapi Parjana tak menuturkan jumlahnya korban lewat cara detail.

” Sudahlah tidak terhitung korban yg sukses diperas oleh aktor. Namun banyak yg gak melapor. Intinya lebih dari satu, ” kata Parjana.

Yuda diamankan di Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Jumat (26/4) . Tanda bukti yg ditangkap merupakan kostum Polri komplet dengan atribut pangkat AKP, baret provos, borgol, pistol mainan, pakaian bertulisan ‘Turn Back Crime’, serta sepatu.

Lantaran laganya, Yuda diputuskan jadi terduga. Ia diduga melanggar Kasus 378 KUHP mengenai penipuan dengan bahaya hukuman diatas 5 tahun penjara.