Bawaslu Menilai Tindakan Anies Baswedan Acungkan Dua Jari Rugikan Salah Satu Pasangan Calon

Bawaslu Menilai Tindakan Anies Baswedan Acungkan Dua Jari Rugikan Salah Satu Pasangan Calon – Anggota Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) Edward Fritz Siregar mengemukakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat dipakai Masalah 280 berkaitan salam dua jari yang mengacungkan jempol serta jari telunjuknya.

Untuk didapati, salam dua jari itu Anies melakukan selesai berpidato dalam acara Pertemuan Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (18/12) .

” Ada Masalah 280 di mana mengemukakan jika seseorang petinggi administrasi di kerjakan satu keluarkan putusan atau aksi yang bisa merugikan salah satunya pasangan calon atau salah satunya peserta pemilu, ” kata Fritz di PPATK, Jakarta, Selasa (18/12) .

Walaupun demikian, Anies dapat dipakai Masalah 280 yang manakah intimidasi maksimum tiga tahun penjara. Tentu saja kalau bekas Menteri Pendidikan serta Kebudayaan itu bisa dibuktikan kerjakan perbuatan kampanye yang merugikan salah satunya pasangan calon.

” Seandainya petinggi itu bisa dibuktikan, ada hingga sampai pidana penjara, s/d maksimum 3 tahun penjara, ” terangnya.

Fritz menuturkan, Masalah 280 tersebut gak memiliki pengaruh pada pasangan calon. Lantaran memang masalah itu ada untuk memperlihatkan netralitas beberapa petinggi ketika proses kampanye.

Ia memaparkan, apakah yang udah dijalankan oleh Anies kemungkinan berbuntut pada laporan. Selanjutnya, Bawaslu DKI dapat kerjakan pengkajian dalam soal itu.

” Jadi kemungkinan kelak ada yang memberikan laporan, automatic bawaslu DKI dapat kerjakan pengkajian, adakah unsur kesengajaan atau ada unsur yang menguntungkan salah satunya paslon, itu kelak dapat jadikan hasil oleh bawaslu, ” katanya.

Bawaslu udah terima laporan atas kades yang dipakai Masalah 280, lantaran bisa dibuktikan tak netral menjadi pemimpin.

” Bila gak salah hingga sampai ini hari udah ada tiga memang, ada kades yang udah ditindak dengan masalah 280. Di mana menjadi seseorang petinggi lakukan tindakan yang menguntungkan salah satunya atau merugikan salah satunya pemilu, ” tutup Fritz.

Awal kalinya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengikuti Pertemuan Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (18/12) . Selesai berpidato, dari atas mimbar Anies bergaya salam dua jari, mengacungkan jempol serta jari telunjuknya.

Aksi Anies itu berbuntut laporan ke Bawaslu. Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR) lewat juru bicaranya, Agung Wibowo, menilainya Anies kerjakan kampanye dengan memperlihatkan tangan jempol telunjuk.

” Ia menjadi sebagai petinggi publik kerjakan pelanggaran Undang-undang Pemilu Nomer 7 Tahun 2017 masalah 281 ayat 1, perihal Petinggi Publik yang perlu cuti hingga ini perlihatkan jika dalam hari Senin itu menjadi petinggi publik yang harusnya ada pada kantornya, tetapi nyatanya ia kerjakan atau ia fakta diundang oleh partai Gerindra dalam rakornasnya ia ke Sentul yang notabennya bukan ada di Propinsi DKI Jakarta, ” kata Agung di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (18/12) .

” Itu ikut indikasinya merupakan saat ia merusak satu ikon. Ini kan ikon dari 02, dimana kita tak memberikan laporan saat ia kerjakan ikon ini di acara Jak Mania, lantaran itu memang ikon Jak Mania. Tapinya di acara Rapat kerja nasional Gerindra, ” sambungnya.