Bibit Bunga Lili Ini Didapati Tertengarai Virus Serta Bakteri

Bibit Bunga Lili Ini Didapati Tertengarai Virus Serta Bakteri – Sekitar 18, 8 ton atau 272. 300 bibit umbi lilium SP (bunga lili) yg tertengarai virus serta bakteri asal Belanda dihilangkan Balai Karantina Kementerian Pertanian di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

bibit bunga lili yg dikemas dalam boks plastik hitam yg terjangkit virus SLRV atau Strawberry Lentera Ringspot serta bakteri Rhodococus Fascians dihilangkan secara dibakar.

Pemusnahan di pimpin langsung oleh Kepala Tubuh Karantina Pertanian Ali Jamil. Bibit bunga lili itu dibakar dalam lubang tanah yg ada di Instalasi Karantina PT Casa Fiore Cantiga di Pengalengan.

Kepala Tubuh Karantina Pertanian Ali Jamil menuturkan umbi lili ini di import dari Belanda oleh PT Casa Fiore Cantiga. ” Kita cek di karantina dari Balai Karantina Semarang, dianalisis memiliki kandungan virus serta bakteri, ” kata Ali pada wartawan.

Menurut dia benih umbi itu telah diasingkan kurang lebih dua bulan di ruang teristimewa serta setelah itu ini hari dihilangkan. Pemusnahan ini dijalankan biar bibit itu tak mengakibatkan kerusakan tanaman lain serta tanah yg berada pada PT Casa Fiore Cantiga.

” Kita musnahkan, saya katakan telah ini jangan digunakan , bila ini digunakan atau ditanam di lapangan ini beresiko, virusnya dapat ke mana-mana. Namanya virus tak dapat terhalang, tanah ini juga dapat terinfeksi. Ini yg dihilangkan bukan umbinya saja, terhitung tanahnya kita bakar semua, ” tuturnya.

Bibit ini masuk ke Indonesia dengan legal. Bibit ini didapati tertengarai virus serta bakteri selesai dijalankan pengecekan oleh faksi Balai Karantina di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

” Banyak ada 18, 8 ton, itu bukan uang kecil. Kita mengharapkan ke depan rekan-rekan importir harus dikontrol dulu jangan pernah ada kerugian mirip ini. Bibit ini datang dari Belanda, ” pungkasnya.

Faksinya bakal, mengantarkan Notification of Non Compliance (NNC) ke negara asal ialah Belanda. NNC itu jadi bentuk protes pemerintah Indonesia atas mutu agunan otoritas karantina negara asal pada pemenuhan segi kesehatan komoditas yg dikirim.

Disamping itu, Penanggungjawab Lapangan PT Casa Fiore Cantiga Tony menuturkan bibit ini dibeli oleh faksi perusahaan. ” Nilai rupiah tidak mengerti (kerugian) . Bibit ini di impor sebab kita belum dapat meningkatkan. Kata karantina, ini memiliki kandungan virus lalu disegel sepanjang dua bulan serta harus dihilangkan. Kita patuhi aturan pemerintah, ” pungkasnya.

Menurut dia insiden itu terjadi kedua kalinya yg pertama pada tahun 2018 saat kemarin. ” Telah yg ke-2 kali dengan importir yg sama. Tentu ditukar barang, namun kurang lebih 40-50 prosen, ” katanya.