Dua Desa di Lumajang Terdampak Banjir Luapan Sungai dan Tanggul Jebol

Dua Desa di Lumajang Terdampak Banjir Luapan Sungai dan Tanggul Jebol – Hujan dengan intensitas tinggi menimbulkan empat sungai di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang meluap. Oleh karena itu beberapa ribu rumah penduduk di Desa Sidorejo serta Desa Rowokangkung terendam banjir.

Ke empat sungai yang merendam dua desa itu diantaranya Sungai Menjangan Mati, Sungai Aftur 12, Sungai Aftur 16 serta Sungai Banter. Ke empat sungai ini memang sering meluap jika musim hujan datang.

” Ada dua desa yang terdampak banjir luapan sungai dan tanggul jebol, yaitu Desa Rowokangkung serta Desa Sidorejo di Kecamatan Rowokangkung, ” kata Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi, Minggu (23/12/2018) .

Akan tetapi menurut Wawan, tidak hanya gara-gara luapan sungai, banjir ikut dikarenakan oleh tanggul di Sungai Aftur 12 yang jebol selebar 2, 5 mtr. selesai hujan lebat mengguyur sejak mulai hari Sabtu (22/12/2018) itu.

Ketinggian air yang merendam rumah penduduk juga sekitar pada 50 cm sampai satu mtr..

Dari data yang disatukan BPBD Kabupaten Lumajang, di Desa Rowokangkung ada tiga dusun yang terdampak, ialah Dusun Genitri (248 KK, 758 jiwa) , Dusun Banter (271 KK, 823 jiwa) serta Dusun Blimbing (368 KK, 985 jiwa) . Dan di Desa Sidorejo, yang terdampak merupakan Dusun Wungurejo (535 KK, 1. 613 jiwa) serta Dusun Penggung Kidul (141 KK, 536 jiwa) .

Menurut penduduk, air dalam waktu cepat masuk ke rumah penduduk. ” Jadi sesudah hujan lebat mulai tempo hari, air banjir masuk ke rumah penduduk sejak mulai minggu pagi serta merendam perlengkapan, ” kata Nurul (26) , penduduk Desa Sidorejo.

Perihal sama ikut diutarakan Herman (40) . ” Gara-gara banjir luapan sungai ini, pekerjaan penduduk terganggu lantaran ketinggian air sampai 70 cm, ” katanya.

Sejumlah penduduk lalu pilih mengungsi ke rumah kerabat di desa yang tidak serupa buat sesaat waktu. ” Buat ternak sapi, diungsikan ke tanah lega belakang kantor desa, ” tambah Nurul.