Dua Rumah Warga di Trenggalek Rusak Parah Akibat Tertimbun Longsor

Dua Rumah Warga di Trenggalek Rusak Parah Akibat Tertimbun Longsor – Petaka tanah longsor menerjang beberapa lokasi di Trenggalek. Karena longsor, dua rumah penduduk rusak serta beberapa akses jalan tertutup material longsor.

Di Kecamatan Panggul, tanah longsor berlangsung di Dusun Pegat, Desa Depok, lereng tebing setinggi beberapa puluh mtr. longsor. Oleh karena itu rumah punya Jemani dan Jaiman rusak kritis karena tertimbun longsor.

” Untuk rumah Pak Jemani kondisinya rusak kritis, 80 prosen kerusakannya, tembok jebol serta saat ini tidak bisa didiami kembali. Sedang untuk rumah Pak Jaiman pun jebol temboknya, ” kata Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek lokasi Panggul, Suratno, Minggu (17/3/2019) .

Sekarang ini penduduk dibantu BPBD, TNI serta polisi serta beberapa relawan bergotong royong untuk membuka rumah punya Jemani serta selamatkan beberapa barang barang yg berada di dalamnya.

Diluar itu longsor pun berlangsung di ruas jalan di Desa Tangkil serta Desa Kertosono, hingga akses penduduk berubah menjadi terganggu. Untuk longsor di Tangkil belum juga dapat dibuka berkat kondisinya yg masihlah labil serta beresiko, sedang di Kertosono mulai dijalankan gotong royong pembukaan akses.

Disamping itu tanah petaka tanah longsor pun berlangsung di Kecamatan Dongko, Kapolsek Dongko, AKP Tri Basuki, menuturkan dua titik tanah longsor berlangsung di Dusun Ngandong, Desa Siki, Kecamatan Dongko. Satu titik ada di RT 62 serta titik berbeda di RT 63.

” Yg di RT 62 itu tebing setinggi 35 mtr. longsor serta tutup akses jalan desa, hingga warga tidak dapat melalui situ, ada enam RT yg terisolir, ” kata Tri Basuki, Minggu (17/3/2019) .

Penduduk yg akan keluar desa mesti lewat jalan pilihan di Dusun Senuli dengan jarak tempuh yg lebih jauh. Sampai saat ini situasi jalan masihlah tertimbun material longsor.

” Di tempat itu ada juga satu rumah penduduk yg terancam longsor, sebab tempatnya ditepi tebing, ” katanya.
Disamping itu situasi titik longsor ke dua di RT 63 pun relatif kritis, tebing setinggi 25 mtr. ambrol serta menerpa satu rumah punya Kadiyah (63) . Timbunan longsor menyebabkan dinding rumah mulai retak-retak serta muncul resapan air.

Menurut polisi, situasi tanah di seputar tempat peristiwa sekarang ini masihlah relatif labil, hingga penduduk yg gotong royong bersihkan material longsor diimbau untuk waspada serta siaga.

” Ini kalaupun sampai hujan tiada henti lebih beresiko serta dapat berlangsung longsor susulan. Lebih jatuhnya air itu ke titik yg longsor itu. Pemilik rumah saya memohon mengungsi dahulu biar selamat, ” tuturnya.

Tri Basuki memaparkan, peristiwa tanah longsor itu didorong oleh tingginya intensitas hujan di lokasi Dongko serta seputarnya, hingga situasi tebing berubah menjadi labil serta berlangsung longsor.