Ikut Berperan Penyebaran Nada Surat Tercoblos PGRI Kecewa

Ikut Berperan Penyebaran Nada Surat Tercoblos PGRI Kecewa – Seseorang pelaku guru berinisial MIK diputuskan polisi menjadi terduga penebar hoaks terkait surat nada tercoblos. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengakui susah atas peristiwa itu.

” Yang tentunya PGRI begitu menyayangkan, susah serta sedih sebab hoaks itu menyebabkan kerusakan sendi demokrasi, persatuan serta kesatuan bangsa. Kami berperang menantang hoaks pada barang siapa, sekaligus juga kalau literasi digital itu utama buat semua termasuk juga guru-guru, ” kata Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi kala dihubungi, Jumat (11/1/2018) .

Unifah belum juga menegaskan apa MIK adalah anggota PGRI ataulah tidak. Walau begitu, ia menyarankan anggota PGRI serta guru-guru yang lain tidak mengerjakan perihal mirip sebab bertentangan dengan asas organisasi guru itu.

Ia menyebutkan sampai kini PGRI juga memberi pendidikan pada anggota mereka terkait kegiatan di medsos. Diluar itu ia memperingatkan biar beberapa anggota PGRI tidak ikut serta politik praktis.

” Kita sekian kali membuat litersi digital. Kawan-kawan ini lho, pakai jarimu dengan cara bijak. Jangan sampai suatu hal yang belum juga benar kepastiannya ingin men-share serta saya mengharap guru jangan sampai ikut serta pada politik praktis. PGRI mengawasi sekali independensi itu, ” tangkisnya.

Unifah menuturkan, organisasi guru termasuk juga PGRI mengontrol hal tersebut dalam asas. Tapi, PGRI tidak dapat berikan sangsi kalau ada anggotanya yang melanggar termasuk juga tersandung tindakan melanggar hukum.

” Bila itu ialah tanggung jawab pribadi. Sanksinya ya sangsi akhlak saja, jadi sangsi buat dianya sendiri. Bila organisasi itu kelak dikira lebay atau apalah, yang tentunya sangsi buat dirinya sendiri sangsi akhlak, ” katanya.

MIK ditangkap team Polda Metro Jaya di tempat tinggalnya di Cilegon pada 6 Januari. MIK dikira turut memberikan hoaks 7 container surat nada tercoblos melalui account Twitter.

” Ia (terduga) andilnya buat kalimat yang dibikin sendiri di account Twitter. Tanda untuk bukti 1 lembar capture account Twitter, nah ini, barbuknya, jadi di Twitter ia itu ada tulisan ini (membuktikan lembar screenshot) . Jadi ada ini Twitter ia ada @dahnilanzar di atasnya, ‘Harap dilakukan tindakan kabar tersebut, di Tanjung Priok ada 7 container yang berisi 80 juta surat nada yang telah dicoblos. Mari pada merapat, tentunya dari Tiongkok’. Tetapi diatas tulisan ini ada capture ikut yang dalamnya viralkan, informasi dari sumber yang pantas diakui dsb, ” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

MIK dalam pengecekan sesaat tidak dapat menuturkan kebenaran kabar 7 container surat nada tercoblos. Tapi MIK terus menyebarkannya melalui Twitter. Atas tingkah lakunya, MIK dijaring dengan Klausal 28 ayat 2 jo Klausal 45 ayat 2 UU Nomer 19 Tahun 2016 terkait ITE dan Klausal 14 serta 15 UU Nomer 1 Tahun 1946 terkait Aturan Hukum Pidana.