KPAI Temukan Beberapa Ratus Anak-Anak Yang Ikut Kampanye

KPAI Temukan Beberapa Ratus Anak-Anak Yang Ikut Kampanye – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lakukan pengawasan serta penyelarasan dengan Bawaslu dalam kampanye besar calon presiden Prabowo Subianto di Bogor, Jawa Barat. KPAI temukan beberapa ratus anak-anak yang ikut serta kampanye.

“Pelibatan anak dalam politik masihlah berlangsung dalam kampanye terbuka. Peserta atau team kampanye membiarkan hadirnya anak-anak itu serta tidak ada usaha menganjurkan anak-anak supaya tidak dalam rombongan kampanye. Bahkan juga anak-anak pun memanfaatkan atribut kampanye serta mengibarkan bendera partai pun,” kata komisioner KPAI Jasra Putra dalam keterangannya, Jumat (29/3/2019).

Jasra hadir ke area kampanye Prabowo di lapangan Stadion Pakansari tadi siang. Dari anak-anak yang diwawancarai di area, ada yang mengakui dibawa orang-tua atau lembaga-lembaga yang menaungi mereka.

Anak-anak yang datang pernah diwawancarai serta mereka dibawa oleh orang-tua serta instruksi dari lembaga-lembaga yang menaungi anak itu. Semestinya kabar ini mesti didalami oleh penyelenggara pemilu sehubungan ada usaha mengatur hadirnya anak,” ujarnya.

Ia menuturkan semua pihak mesti memerhatikan hak-hak anak yang dilanggar lantaran dilibatkan dalam pekerjaan kampanye. Karena, kecuali dirapikan dalam undang-undang, anak-anak miliki ketahanan yang berlainan dengan orang dewasa.

Kita udah bekerjasama dengan Bawaslu sehubungan pelibatan anak dalam kampanye terbuka. Sesuai UU Pemilu Nomer 7 Tahun 2017 Masalah 280 ayat 2 huruf k yang menyebutkan peserta serta atau panitia dilarang menyertakan penduduk negara yang tidak punyai hak pilih. Lalu dalam UU itu dalam Masalah 493 menyebutkan peserta serta panitia yang melanggar Masalah 280 ayat 2 diancam pidana 1 tahun kurungan serta denda Rp 12 juta,” tangkisnya.

Awal mulanya, Bawaslu udah temukan pelanggaran dalam kampanye besar hari pertama Joko Widodo serta Prabowo Subianto. Bawaslu minta ke-2 paslon taati ketetapan.

“Kami memohon terhadap semua peserta pemilu mesti sama dengan semua sama ketetapan yang laku,” papar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar waktu dihubungi, Senin (25/3).

Fritz menuturkan ketentuan yang harus ditaati ke-2 paslon salah satunya sehubungan dengan materi kampanye. Tidak hanya itu, ia menuturkan paslon mesti memerhatikan tata teknik rapat umum atau kampanye besar. Bawaslu pun memperingatkan masalah pemanfaatan layanan negara dan terdapatnya ASN yang datang waktu kampanye serta kekeliruan dalam pemanfaatan alat peraga kampanye.
(