Parade Tauhid Di Solo Driti Warnai Pembakaran Bendera Palu Arit

Parade Tauhid Di Solo Driti Warnai Pembakaran Bendera Palu Arit – Beberapa ribu orang ikuti parade tauhid yang dipusatkan di area Gladag, Solo, Minggu (25/11/2018) . Dalam acara itu, panitia mengerjakan perbuatan membakar bendera bergambar palu arit. Ini fakta panitia mengenai perbuatan itu.

Bendera warna merah dengan ikon palu arit itu dibentangkan di ke-2 sisinya. Panitia lantas menyalakan api kecil dibawah serta membakarnya perlahan-lahan.

Humas panitia, Endro Sudarsono, menuturkan perbuatan pembakaran udah disediakan menjadi salah satunya serangkaian acara. Perihal itu dilaksanakan buat memperlihatkan bendera manakah yang bisa dibakar.

” Komunis di Indonesia kan dilarang. Jadi bisa jika membakar bendera palu arit. Jangan sampai membakar bendera tauhid, ” kata Endro

Ia lantas mengusik masalah pembakaran bendera tauhid dalam acara Hari Santri di Garut waktu lalu. Menurut dia, perbuatan pembakaran tidak berkaitan dengan pokok acara.

” Jika kita kan acaranya bela tauhid dalam rencana Maulid Nabi Muhammad, memang berkaitan, ” tuturnya.

Mengenai parade dengan terlebih dulu diawali perbuatan longmarch dengan membawa bendera warna hitam serta putih bertuliskan kalimat tauhid. Gak cuma bendera tauhid, mereka pun mengibarkan bendera merah putih.

Terlihat juga banyak peserta yang memakai topi serta ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid. Perbuatan bertema Seribu Mujahid Seribu Bendera Tauhid itu disertai dimulai dengan anak-anak sampai orang-tua asal Solo serta sekelilingnya.

Longmarch dihelat dengan rute Gladag-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Ronggowarsito-Jalan Kartini-Jalan Slamet Riyadi serta kembali lagi Gladag.

Sesudah rombongan hingga sampai di titik kumpul, panitia mengawali acara tabligh besar. Beberapa pengisi tausiyah, di antaranya Muinuddinillah Basri serta Mudrick Sangidu.