Pesawat Air China Mendarat Darurat Ada Penumpang Yang Sakit Jiwa Menyandera Pramugari

Pesawat Air China Mendarat Darurat Ada Penumpang Yang Sakit Jiwa Menyandera Pramugari – Pesawat Air China diarahkan serta mendarat darurat. Pemicunya karna ada penumpang yang disangka sakit jiwa, menyandera pramugari dengan pena!

Air China penerbangan 1350 harusnya pergi dari Kota Changsa menuju Beijing. Namun pesawat yang pergi jam 08. 40 saat setempat itu mesti mendarat darurat di Kota Zhengzhou, seperti yang diintip dari Fox, Beijing News serta The Xiaoxiang Morning Herald, Selasa (17/4/2018) .

Penerbangan jalan lancar sampai lantas seseorang penumpang memegang diantara satu pramugari serta menyanderanya. Penumpang itu memakai pena menjadi senjatanya.

Menurut pernyataan penumpang, peristiwa ini berjalan di kelas usaha. Sehingga peristiwa itu tdk bisa dipandang oleh penumpang ekonomi karna tertutup gorden.

Otoritas Penerbangan Sipil China keluarkan pernyataan kalau pesawat itu mendadak diarahkan karna ada seseorang penumpang pria yang menyandera pramugari. Pesawat segera diarahkan serta mendarat di Kota Zhengzhou.

Pemeran segera diamankan sesudah pesawat mendarat. Diluar itu, otoritas setempat juga menyampaikan kalau hal semacam itu sukses di handel dengan baik.

Polisi di Propinsi Henan Zhengzhou menyampaikan kalau tersangka penyandera mempunyai histori masalah mental serta menanggung derita masalah psikologis. Pemeran bernama Xu, berusia 41 th. serta datang dari Anhua. Polisi tdk ingin memberi info selanjutnya.

Pihak bandara Zhengzhou menyampaikan kalau pihaknya segera bertindak darurat saat pemeran tiba. Pihak bandara mengkonfirmasi kalau penumpang yang dimaksud sakit jiwa itu diamankan dalam situasi stabil.

Penumpang di pesawat agak kaget dengan adanya banyak mobil polisi, mobil pemandam kebakaran serta ambulans yang berada pada seputar pesawat. Kebanyakan penumpang tdk betul-betul tahu perihal penyanderaan itu.

Pihak maskapai juga menyambung penerbangan dengan memakai pesawat beda. Wah, ada-ada saja ya traveler. . .