Problem Sampah Plastik Di Jakarta Di Prediksi Akan Mengalir Ke Laut

Petugas Unit Pengelolahan Kebersihan (UPK) Badan Air DKI Jakarta mengangkut sampah yang menumpuk di Kali Gendong, Muara Baru, Jakarta, Kamis (17/3). Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyatakan ada 7000 ton sampah per harinya yang dihasilkan warga ibukota. ANTARA FOTO/ Atika Fauziyyah/foc/17.

Problem Sampah Plastik Di Jakarta Di Prediksi Akan Mengalir Ke Laut – Tragisnya, sampah-sampah yang mengalir di kali bukan segalanya adalah sampah yang gampang terurai. Panorama plastik mengapung di sungai jantung kota tidaklah perihal yang baru. Akan tetapi apakah tindakan masyarakat untuk hentikan panorama lama itu? Menurut orang yang sehari-harinya mengurus sampah ini, malah masyarakat Jakarta yang seringkali buang sampah ke sungai.

” Bila sampah plastik, itu kebanyakan bukan kiriman. Itu sampah (dari masyarakat) Jakarta, (dan) yang dari Bogor bukan sampah masyarakat, tetapi seperti bambu, kayu-kayu, ” kata Jumari (52) sambil memandang plastik-plastik yang mengapung di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (19/11/2018) . Jumari ialah petugas kebersihan dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Tubuh Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
Sampah-sampah yang ada pada pintu air Manggarai ini didominasi oleh sampah plastik, seperti tempat makanan bahannya styrofoam sampai plastik bungkus minuman dan makanan. Sejumlah besar ketahan oleh alat penyekat sampah sungai atau HDPE (High Density Polyethelene) .

Kepala Grup Pelaksana Tubuh Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Rohmat, memaparkan ada satu sampai dua truk yang membawa sampah dari Pintu Air Manggarai ini. Akan tetapi jika banjir, dapat ada seratusan truk yang membawa sampah serta membawanya ke Tempat Pengendalian Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Jika hari tidak hujan, karena itu sampah yang menguasai ialah style plastik. Akan tetapi jika musim penghujan, sampah yang menguasai ialah bambu serta ranting pohon. Ia selanjutnya memaparkan utamanya Pintu Air Manggarai ini menjadi filter sampah biar tidak hingga mengalir ke laut Jakarta.

” Pintu air ini dapat disebut titik yang genting. Titik timbunan sampah bila hujan, ya di Manggarai ini, ” kata Rohmat.
Menurut data Tubuh Pusat Statistik (BPS) pada 2016, Jakarta membuahkan 7. 009, 08 mtr. kubik sampah perhari. Mengenai volume sampah yang terikut sekitar 6. 016, 30 mtr. kubik perhari. Perbandingan sampah yang terikut ialah 84%. Diantara yang terikut, ada 2. 748, 90 mtr. kubik sampah anorganik.

Permasalahan sampah plastik di laut tengah disorot selesai paus sperma mati di Wakatobi dengan hasil sampah plastik di perutnya. Ditambah lagi, Indonesia ikut masih tetap disorot dunia sebab berubah menjadi negara kontributor sampah plastik di lautan, nomer dua paling banyak sesudah China.
Kami selanjutnya mendekat menuju laut, pasnya di Muara Angke, Jakarta Utara. Ada nelayan bernama Broto (56) yang tinggal di Jalan Dermaga Ujung 2. Ia senantiasa saksikan sampah mengalir di Kali Dingin serta pada akhirnya ke laut. Sampah bermacam rupa itu mengendap sampai membuat dangkal muara. Sampah ikut mengganggu kegiatan nelayan kecil.

” Amat mengganggu. Bila perahu melalui, terus (sampahnya) terkena baling-baling kapal, patah pastinya. Pastinya rusak, ” kata Broto.
Saya bekerja ke dermaga Pelabuhan Perikanan Muara Angke. Ada Kapal Motor (KM) Laut Bersih yang tengah bongkar muatan sampah. Kapal oranye lusuh ini barusan berkeliling-keliling memunguti sampah di ruang laut Jakarta.

Cuaca panas membuat siapa-siapa saja basa bercucuran keringat. Akan tetapi petugas kebersihan terlihat tidak sangsi untuk lakukan tugasnya, punya urusan dengan barang kotor ini. Plastik kelihatan mengontrol bak sampah.