Romansa Dua Kepala Dinas Dari Dua Kota/Kabupaten Di Jawa Timur Berakhir Di Hukum

Romansa Dua Kepala Dinas Dari Dua Kota/Kabupaten Di Jawa Timur Berakhir Di Hukum – Romansa dua kepala dinas dari dua kota/kabupaten di Jawa Timur saat ini tengah berubah menjadi pembicaraan. Karenanya pendapat interaksi gelap yang sudah lama mereka tekuni saat ini akan diolah lewat cara hukum.

Kamis (11/4), pendapat perselingkuhan pada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro Iskandar dengan Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Nila Wahyuni Subiyanto bersumber di jalan hukum. Ke dua PNS itu diputuskan jadi terduga perkara perzinaan oleh Polda Jawa timur.

“Sama. Lelaki atau wanita dua-duanya berubah menjadi terduga,” kata Kabid Humas Polda Jawa timur Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jawa timur Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Satu hari berlalu, Nila diberitakan menghilang atau tidak hadir tanpa ada asal mula. Sekretaris Dinsos Moh Yunus Masyhuri akui tdk mendapatkan kabar berkaitan pemicu sang pimpinan tdk ada ke kantor.

“Ibu belum masuk. Saya gak tahu kemana. Gak tahu saya, gak ada info, pula gak mengontak saya,” kata Moh Yunus, Jumat (12/4).

Iskandar serta Nila diputuskan jadi terduga atas laporan sang istri Titik Purnomosari. Waktu di konfirmasi detikcom, Iskandar akui sadari laporan itu dari sarana. Dia kaget sebab langsung jadikan terduga.

“Ya kalaupun yang saya ketahui, langsung jadikan terduga itu kalaupun perkara pembunuhan tertangkap tangan, itu langsung bisa jadi terduga. Saya tahu nek dilaporno iku yo ramai-ramai iki (Saya tahunya diadukan itu ya ramai-ramai saat ini),” kata Iskandar terhadap detikcom.

Terasa berang dengan perbuatan sang istri, Iskandar selanjutnya menyerang balik Titik. Iskandar menuduh sang istri berulangkali berselingkuh.

“Saya sangat percaya anda tentu tahu, titik apinya dari siapa dahulu. Bu Titik sepanjang menikah dengan saya, sempat berulangkali affair (berselingkuh) dengan pria lainnya. Itu ada filenya. Namun kalaupun saya diminta menyatakan ya saya tidak paham,” tambah Iskandar.

Menyikapi perkara perzinaan itu, Tubuh Kepegawaian Pendidikan serta Kursus (BKPP) Pemkab Bojonegoro lakukan klarifikasi pada Iskandar. Terhadap BKPP, Iskandar mengaku udah tahu Nila sudah lama. Mereka sama sama kenal waktu rekrutmen CPNS kira-kira 1985 atau 1986.

Di lainnya pihak, Nila di panggil Inspektorat Kota Pasuruan untuk dicheck serta diklarifikasi berkaitan statusnya jadi terduga pendapat perkara perzinaan.

“Pemkot membuat team untuk perkara ini, terbagi dalam Inspektorat serta BKD (Dinas Kepegawaian). Team udah menyebut serta mengecek yang mengenai,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika serta Statistik Kota Pasuruan, Fendy Krisdiyono

Hasil pengecekan bisa jadi basic perbuatan pemkot pada wanita yang menjabat jadi Kadinsos semenjak 2017. “Proses tetap berjalan. Pokoknya Pemkot Pasuruan per ini hari udah mengerjakan yang mengenai sesuai sama proses kepegawaian,” tangkisnya.