Seorang Penduduk Jerman Menikahi Gadis Purworejo

Seorang Penduduk Jerman Menikahi Gadis Purworejo  – Seseorang penduduk negara Jerman menikah dengan gadis Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat (11/1) tempo hari. Sebelum menikah, mereka menyatakan udah berpacaran saat 10 bulan.

Ialah Adrian Saathoff (39) , penduduk Geislingen an der steige, Baden Wuerttenberg, Jerman yg udah menikah dengan gadis pujaannya Tri Cahyani (29) penduduk Dukuh Kemandungan, Desa Wonoroto, Kecamatan Purworejo. Prosesi pernikahan sendiri udah diadakan pada Jumat (11/1) tempo hari.

Sebelum selanjutnya menikah, mereka menyatakan udah berpacaran saat 10 bulan. Tri Cahyani sendiri saat itu tengah meniti studi di Johan Georg Dörtenbach Schule, Jerman dengan jurusan perkokian atau juru masak.

Kala pingin belajar memasak serta berubah menjadi koki profesional, kala itu Tri Cahyani atau yg akrab di panggil Cahya diperkenalkan oleh temannya dengan kepala koki suatu restoran yg gak beda ialah Adrian Saathoff. Bermula dari perjumpaan itu selanjutnya mereka makin dekat serta selanjutnya sama sama suka.

” Awalannya si pingin belajar jadi koki yg profesional senantiasa pingin kenalan sama suami rekan saya yg jadi chef (koki) dalam sesuatu restoran. Nah selesai kenal sama ia malahan saya dikenalin pun sama kepala chefnya ialah mas Adrian, disana ya selanjutnya kami jadi dekat serta gak tahu deh selanjutnya pacaran, ” kata Cahya kala dijumpai di tempat tinggalnya, Jumat (11/1) tempo hari.

Selesai berpacaran saat 10 bulan, selanjutnya mereka hendak memutuskan untuk menikah. Selesai menikah, mereka akan kembali pada Jerman sebab Cahya sendiri tetap harus merampungkan sekolahnya sampai tahun 2020 kelak.

Kala prosesi ijab kabul dilakukan, Cahya menyatakan kuatir sebab takut bila prosesi itu tak berjalan dengan lancar. Tapi, kekhawatiran itu hilang sekejap serta berubah jadi kebahagiaan kala ijab kabul dikatakan resmi.

” Ya mungkin ia (Adrian) gugup, tetapi malah saya yg lebih gugup sebab takut bila mas Adrian ngucapinnya salah-salah, tetapi alhamdulillah semua lancar serta seneng sekali berasa, ” papar Cahya.

Selain itu, Adrian yg sebelumnya nampak canggung tidak lama sebelum ijab kabul dilakukan terasa lega serta suka sebab ijab kabul yg dikatakan dalam bahasa Indonesia berjalan mulus. Adrian sendiri menyatakan udah belajar mengerjakan prosesi ijab kabul saat 1 minggu awal mulanya.

” Ya rada grogi tetapi lancar serta resmi. Suka berasa. Saya udah latihan mengatakan saat 1 minggu, ” kata Adrian.